APM Terpikir Tambah Fitur atau Layanan Setelah Pajak Naik

APM Terpikir Tambah Fitur atau Layanan Setelah Pajak Naik - Pembelian mobil impor atau completely built up (CBU) mesin mulai 3.000 c cbakal dikenakan pajak sampai 195 persen, sesudah pemerintah memutuskan tarif PPh (Pajak Penghasilan) 22 untuk barang mewah kategori tersebut dikenakan pajak 10 persen.


Di samping PPh 22 sebesar 10 persen, mobil mewah yang masuk dalam kategori tersebut juga terbebani Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 125 persen, bea masuk yang dipukul rata 50 persen, kemudian diperbanyak Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.

Aturan pemerintah yang memutuskan pengendalian impor barang ini tidak sedikit berimbas pada mobil-mobil premium di Indonesia. Selama ini Indonesia dapat dikatakan bak 'surga' semua importir umum sebab ada permintaan dari konsumen.

Ada tidak sedikit mobil mewah CBU bermesin 3.000 cc ke atas yang dipasarkan di Indonesia mulai dari Lexus, Mitsubishi, Nissan, dan Toyota sampai merek Eropa seperti BMW dan Mercedes-Benz.

"PPh naik dan sejumlah barang disesuaikan, tergolong kendaraan yang ccnya besar, kami ada sejumlah model yang terkena dengan ketentuan tersebut. Yang tentu saat ini kami sedang study efeknya ke segmen yang modelnya terkena dengan penyusuaian itu," kata Excecutive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto melalui whatsapp, Senin, (10/9).

"Sehingga nanti dapat mengambil keputusan yang tepat, apakah bakal menyesuaikan harganya secara langsung atau barangkali ambil strategi beda seperti meningkatkan fitur dan layanan untuk penyesuaian. Intinya jika pun terdapat penyesuain mesti sesuai keperluan market nya baik dari segi ekspekstasi dan penerimaan hingga tetap terjangkau untuk konsumen."

Produk lain yang terkena akibat dari tarif impor baru ialah Mazda CX-9.

Terakhir, sports car dan super car yang sangat telak mesti mengikuti tarif PPh 22 terbaru. Deretan mobil tersebut ialah Ferrari, Lamborghini, Aston Martin, McLaren, Bentley, Jaguar, Porsche, Roll Royce, sampai Bugatti yang memiliki produk dengan mesin rata-rata di atas 3.000 cc.

Tarif impor baru tersebut sendiri bakal berlaku pekan ini atau tujuh hari sesudah ditandatangani pada Rabu (5/9).

Sebelumnya penyalur motor premium seperti Honda, Kawasaki dan Yamaha mengeluhkan eskalasi pajak impor. Satu hari sesudah tarif PPh 22 baru diberitahukan pemerintah, hanya Kawasaki yang memberitahukan sudah mengantongi eskalasi harga motor premiumnya, dan belum berlaku untuk beberapa hari ke depan.

"Kami masih wait and see, manajemen belum menyimpulkan (menaikkan harga). Jika mesti mendongkrak harga, guna motor mesin 650 cc di bawah harga Rp200 juta bakal ada eskalasi sebesar Rp6 juta. Kalau motor harga di atas 200 juta ada eskalasi Rp8 juta," kata Head & Sales Marketing Kawasaki Motor Indonesia Michael C Tanady melalui sambungan telepon, Jumat (7/9).

Sekian artikel saya tentang APM Terpikir Tambah Fitur atau Layanan Setelah Pajak Naik semoga artikel ini bisa bermanfaat.

0 Response to "APM Terpikir Tambah Fitur atau Layanan Setelah Pajak Naik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel